Petunjuk Memulai UX dari NOL โ™ป๏ธ

Referensi interaktif โ€” buku digital UX, disusun ulang dari Notion.

Pengantar

Lifetime Update Version

๐Ÿ–ผ๏ธ gambar ilustrasi (link asli sudah expired, tidak tersimpan)

๐Ÿ‘‹ Halo semuanya,
Terimakasih sudah membeli akses buku digital ini. Mari kita mulai dengan sedikit cerita.

Saat saya memulai belajar User Experience Design (UXD), jumlah learning resources relatif minim. Tantangan terbesar saat itu yaitu menemukan sumber yang berkualitas. Fast forward 8 tahun kemudian, tantangan tersebut berubah 180ยฐ. Berbagai publikasi international dan dalam negeri berlomba2 untuk memberikan informasi terhangat dalam industri UX. Ternyata kebanyakan informasi pun menjadi masalah.

Informasi melimpah (infinite) tetapi kapasitas otak dan kemampuan belajar kita terbatas (finite), jadi perlu usaha lebih untuk memilah ilmu mana yang pantas bagi waktu dan otak kita. Tidak hanya itu, dengan overload information ini ditambah keterbatasan ilmu pemula, rasanya sulit untuk menerka darimana kita memulai.

๐Ÿ–ผ๏ธ gambar ilustrasi (link asli sudah expired, tidak tersimpan)

Setelah selesai membaca buku petunjuk ini kamu: - Paham alur belajar yang pas untuk belajar UX - Paham secara jelas langkah pertama belajar UX - Paham gimana caranya meningkatkan value mu dan naik tingkat dalam bidang UX - Percaya diri dalam melangkah. - Semangat belajar dan berprofesi UX.

Buku ini berisikan 60% cerita, dan 30% sumber belajar, dan 10% action items. Saya telah mengumpulkan sumber2 ini dalam 7 tahun terakhir. Tidak semua sumber dan artikel yang saya pelajari saya masukan ke dalam buku ini, namun hanya sumber yang bener2 saya pake secara konsisten, yang sering saya kunjungi bolak balik ketika mendesain.

Kalau bisa diumpamakan Chef, mungkin ini seperti Secret Sauce hidangan terbaik nya. Bukan untuk dibaca sekali dan kelar, tapi untuk dilihat kembali setiap kali meracik hidangan nya.

Buku ini tidak hanya ditujukan bagi UX designer, namun menjadi bekal berharga bagi segala profesi terkait UX, diantaranya UX designer, UX researcher, UX writer, UX engineer, UI designer, dan Interaction designer.

Buku ini tidak bertujuan untuk menjelaskan secara detail setiap aspek desain, namun berperan sebagai petunjuk memulai karir sebagai UX designer (atau Product Designer secara general), apa yang harus dipelajari dan tidak dipelajari, apa langkah pertama yang harus diambil, dan arahan pembelajaran, so your focus can be protected.

Gaya penulisan dibuat seringan mungkin dan menyerupai gaya bahasa sehari2 desainer pada umumnya. Kamu akan mendengar banyak peralihan bahasa yang mixed antara bahasa Indonesia dan Inggris, I know it's bad and I do my best not to confuse you. So, please bear with me ๐Ÿ™‚.

Selamat membaca dan enjoy your learning journey. ๐Ÿ“„ Penulis

Petunjuk penggunaan buku.


Must Read Must See ๐Ÿ”– ๐Ÿ“„ Subpage

Baca ini dulu baru baca yang lain Lihat ini dulu baru baca yang lain Link untuk di-bookmarks Sub-page, berisi informasi mengenai sumber belajar


๐Ÿ’Œ

Disclaimer
Buku ini bersifat unique dan private buat mu. Tolong jangan sebarkan kepada siapapun ya.

Apabila kamu merasa buku ini bermanfaat dan ingin membagikannya ke teman dan kerabat, silakan arahkan kepada PetunjukUX.com danย @halodesigners sehingga kami bisa memberikan kualitas konten yang baik dan terjaga. Terimakasih.


๐Ÿ“„ Cara mendownload, anotasi buku, dan follow update ๐Ÿ“„ Update History


Beberapa teman bertanya

Mas, dimana belajar UX Design?
Saya ingin belajar tapi bingung mau mulai darimana.
Mas, saya uda belajar mendalami UX Design, tapi rasanya ga ada kemajuan2 di skill saya, ada tips ga mas? Mas, saya ditolak terus ama unicorn tapi ga pernah dikasihtau salahnya dimana, gimana caranya improve? Mas, saya tuh mau tanya tentang UX, tapi, bingung... - sama saya juga bingung kalo cman nulis begini mz...

Saya mencoba menjawab pertanyaan ini dan beberapa pertanyaan lainnya melalui deskripsi singkat di setiap section di bawah. Tidak hanya bahasan, tapi juga memberikan actionable items yang bisa langsung kamu praktikan.

Setelah mengalamai proses internalisasi serta bekerja selama \> 10.000 jam 7 tahun kerja x (365 hari - hari libur) x 8 jam, saya rasa proses di bawah ada benarnya.

7 hal yang butuh kamu pelajari: 1. Internalisasi apa itu Design Basics. 2. Pahami design process, principles dan cara berkomunikasi. 3. Master tools, any tools. 4. Ikuti practical course. 5. Portofolio sebagai senjata perang. 6. Terinspirasi dan menginspirasi. 7. Gabung komunitas dan kontribusi. 8. Bonus: Follow recent news & fellow designers.

๐Ÿ“–Table of content:


โ™ ๏ธŽ


01

Internalisasi Design Basics

Banyak banget desainer, termasuk saya, saat memulai karir berasumsi kalo saya bisa buat micro-animations yang kece dan kompleks saya akan menjadi PRO designer. Sayangnya, itu salah.

Learning micro-fancy-interactions will not make you a PRO designer, learning basics like spacing, typography, alignment, will do.

Memahami design basics berarti memahami prinsip2 dasar pada desain; Contrast, Repetition/ Rythm, Alignment, dan Proximity. Maupun juga elemen visual berupa Fonts, Colors, dan Shapes. Mempelajari hal ini sejak dini akan mempercepat proses belajar dan menguatkan skill dan cara berpikir mu tentang pengambilan keputusan saat mendesain.

Bagi kamu yang transisi dari graphic designer menjadi UI (User Interface) dan UX (User Experience) designer, mungkin prinsip visual desain sudah kamu ketahui, tapi mungkin juga tidak. Mungkin pemahamanmu mengenai hal ini belum bulat sempurna. Saya sarankan untuk membaca sumber di bawah, dan prioritaskan yang memiliki tag Must Read.

Mempelajari dasar visual design, kelihatan seperti kemunduran (karena mengulang yang sudah tahu). Saya pun berpikir seperti itu, dan ketika saya belajar lagi, menata pemahaman menambah perspektif dari lain sisi, ternyata hal ini membuat saya jauh lebih cepat berlari ke depan. Terang saja, karena bahan dasar utama UI design merupakan graphic atau visual design.

Dulu saya meremehkan hal tersebut, sekarang saya menyadari betul betapa pentingnya Design Basics. Please don't repeat my mistakes.

โœ… Action items

Links to bookmark

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)

02

Pahami Design Process, Principles, dan Cara Berkomunikasi

Kamu mungkin uda menguasai hal2 mendasar, atau paling tidak sedang belajar menguasai sebagian nya. Next step adalah mempelajari proses dan principles. Kata2 ini makin sering bersilewaran dimana2, sayangnya semakin denger bukannya makin jelas tapi makin bingungin.

Principles itu sederhananya yaitu cara bermain. Ibarat main badminton ga tau cara bermain nya, bisa jadi kamu malah main tenis atau bahkan voli.

Design process sejatinya yaitu runtutan aktivitas saat kita mendesain produk dari penelitian, perancangan hingga testing dan validasi. Setiap designer punya design process nya masing2 sehingga proses bisa beragam. Namun ada pola yang selalu sama dan berulang yang bisa diambil. Ambil poin utama nya, lalu bebas modifikasi sesuai dengan kebutuhan mu.

Pahami UX, UI design process dan principles, kamu akan tau cara bermain yang baik. Kenali celah2 nya, telusuri setiap jalan nya, dan bahkan nanti kamu tau cara membelokan nya.

Design process Ada berbagai aktivitas dalam mendesain produk digital. Sebagai product designer, kamu dituntut untuk bisa melakukan ke-5 aktivitas desain ini. Alur kerja yang selalu saya pakai:

๐Ÿ•ต๐Ÿปโ€โ™‚๏ธ Research

Ada banyak metode dalam research, namun tidak perlu dilakukan semua hanya yang sesuai kebutuhan saja. Lakukan at least 2 hal, mencari tahu domain knowledge dan analisis pasar/kompetitor.
Dari sana uda bisa banyak tau apa yang kira2 potential customer mau dan apa yang bisa kita unggulkan dibanding yang lain (competitive edges and value propositions).

Sebagai product designer, kita butuh memahami tidak hanya User Experience dan Interface, namun juga logika bisnis, teknologi, dan skill berkomunikasi. Ke-4 hal ini perlu diteliti sebelum kita memulai melakukan aktifitas desain (lihat Mind Map di bawah).

Ada baiknya kamu mempelajari Business Model Canvas, agar pengetahuan desain produk mu terlengkapi bersama pandangan bisnis, user demands dan operasional.

๐Ÿ—บ Wireframe

Membuat wireframe berarti membuat kerangka dasar desain. Kerangka ini bersifat Low-fidelity (ketelitian rendah). High-fiย memang tujuan akhir kita, namunย low-fiย tempatnya menemukan kejelasan (clarity) dari alur kerja yang product kita ingin capai.

Di tahapย low-fiย ini terjadi banyak diskusi denganย stakeholderย mengenaiย workflow dan feasibility. Disini ide kita diuji dari berbagai sisi, baikย accessibilityย danย usability. Sehingga, saat kita masuk keย high-fi, hampir semua pertanyaan sudah terjawab. Ga perlu ada lagiย feedback2ย mencekam yang dadakan dangdut di akhir pekerjaan yang udah detail.

NEW CONTENT ๐Ÿ“Ž Download Printable Wireframe

Mobile, Tablet, Browser di kertas A4 Download semua PDF disini atau melalui website Sneakpeekit.com

[IMAGE]

๐Ÿงฉ Design

Yaitu kerja utama kita sebagai desainer, merealisasikan ide dalam bentuk desain mockup (gambaran nyata rancangan produk). Gunakan tool yang dirimu paling nyaman menggunakannya, kalau tidak ada preferensi, pilih Figma. Di bagian tools akan dibahas lebih lanjut bagaimana cara mastering design tool ini.

Dalam mendesain usahakan selalu mentaati cara bermain (design principles) yang ada dengan cara mengikuti Guidelines yang sudah disediakan. Guidelines ini ada yang bersifat spesifik (platform dependent; iOS, Android, Web) dan ada juga yang global. Kedua2nya bersifat seperti rambu lalu lintas, yang kalau dilanggar akan mengakibatkan disaster pada desainmu. Lihat practical tips di bawah untuk lebih jela snya.

Selalu jadikan Usability dan Accesibility sebagai sasaran utamamu. Setelah 2 hal itu terpenuhi, kamu bisa berkespresi sekreatif mungkin dalam sisi aesthetic dan pleasure.

๐Ÿ“ฑ Prototyping

Memang bukan wajib, tapi membuat desain statis mu ke dalam bentuk prototype akan sangat membantu komunikasi dengan developer mengenai ide kalian dengan lebih komprehensif dan utuh. Prototype juga bisa kalian kasih keย stakeholderย lainnya untuk alat user testing, atau presentasi ke atasan.

Berbagai tool dapat digunakan dalam membuat prototype, pilihlah tool yang dapat membuat prototype mu paling mendekati produk akhir nya. Kalau kamu mendesain web, pilih prototyping tool yang mengaplikasikan interaction dalam bentuk HTML, CSS, dan JS. Begitu pula kalau kamu mendesain app, pilih prototyping tool yang yang mengaplikasikan interaction dalam bentuk Android dan iOS specific code, atau paling tidak dalam bentuk library yang bisa dipakai oleh developer.

Semakin prototype mendekati bentuk akhirnya, semakin baik. Orang bilang:ย ย It's the closest design to reality that what makes prototyping valuable.

Namun bagimu yang baru memulai, biasakan diri dengan rapid prototyping seperti Figma sudah sangat baik dan berguna.

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Interaction Design dan cara membuat UI Prototype eraย digital

๐Ÿ“ˆ Klasifikasi prototyping tool 2021

!Peta persebaran menurut tingkat kesulitan dan kemampuan prototyping tool 2020

Advanced and rapid prototyping [IMAGE] [IMAGE]

๐Ÿ—ฃ Testing and launch

Hasil prototype dapat digunakan untuk testing. Testing bertujuan untuk memvalidasi bahwa desain kita sudah sesuai dengan goals kita. Hasil testing akan menentukan bagian mana dari desain kita yang perlu diperbaiki, dioptimasi, atau bahkan diganti.

User testing dilakukan dengan berbagai cara, baik kualitatif maupun kuantitatif. Beberapa yang kamu perlu pahami:

1. Usability testing 2. Focus group 3. Survey 4. Trends in data (Google Analytics dan sejenisnya) 5. A/B testing

Sebelum testing, pastikan kamu sudah menyiapkan bahan2 yang diperlukan (materi uji, prototype, ruangan, profil uji, dsb), agar proses testing berjalan lancar, minim kendala dan terhindar dari berbagai bias.

Sebagai permulaan, pelajari HEART framework untuk menganalisis desain mu yang sudah launched.

Prefer melihat proses dalam bentuk visual? Cek ๐Ÿง  Mind Map ini

Kalau kamu bingung product designer itu kerjanya ngapain aja, 5 hal di atas ini merangkum semuanya. Ini yang disebut design process. Pahami garis besarnya, lalu dalami satu per satu.

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Proses Desain Sederhana Mendesain Interface. ๐Ÿ“„ Apa yang Designer lakukan setelah Product Launched

Roadmap Sekarang kamu tahu apa saja hal yang harus dipelajari sebagai product designer. Pertanyaan lain muncul, "Lalu, mulai darimana?".

Jawabanya tergantung kamu lebih tertarik ke bidang apa. Saya jabarkan topik pembelajaran secara runut berdasarkan tipe pekerjaan yang kamu dambakan. Informasi ini berisi Struktur Kerangka Belajar sebagai acuan kamu melangkah dari satu topik ke topik selanjutnya.

Important
1. Ini merupakan panduan melangkah yang berisi kerangka belajar.
2. Setiap point menunjukan arah dan topik yang harus kamu cari dan pelajari sendiri.
3. To be successful, expect yourself to read more, listen more and practice more.

๐Ÿ•ต๐Ÿปโ€โ™‚๏ธ UX Researcher Roadmap

1. Design Thinking Cara menyelesaikan masalah melalui pendekatan desain.
- Design Thinking Process
Empathise, Define,
Ideate, Prototype, Test
Step by step process
- Menjadi Design Thinker
Asal muasal Design Thinking
Istilah2 dan praktek
Mindset vs Methods
- Memahami User dengan Empathy Map - Design Sprint - Crazy eights

2. Identify User and Their Problems

Siapakah pengguna kita, apa masalah mereka?
- Memahami User dengan Empathy map - Mengenal Calon User dengan User Persona - Memahami Masalah dengan User Journey - Cara Mengidentifikasi Masalah - Merencanakan Solusi dengan Roadmap

3. UX Content Strategy

Konten yang dibuat oleh UX Researcher dan strategi dalam penerapannya.

- Apa itu UX Content
Copywriting, Visual, Voice and Tone
Help build a Personality in Web design
Three Circles of Information Architecture (AI)
- Pentingnya UX Content
Maslowโ€™s Hierarchy of Needs
Designing for Emotion
- Tipe UX Content
Descriptive
Helpful
Transparent
Inspirational
- Membuat UX Content Define our product Personality
Brand Identity and Values
Content Style Guide - Complete Guide
Mailchimp Content Style Guide

4. Conducting User Interviews

Melakukan User Interviews yang baik dan benar
- Conducting User Interview - Identifying Target Audience - Finding participants - Ask the Right Questions - Identify Leading Questions
๐Ÿ“„ Guide for User Research Questions ๐Ÿ“„ What to Avoid in User Interview ๐Ÿ“„ Bias on User Research

5. Information Architecture

Tatanan struktur informasi yang dirancang agar mudah dipahami.

- Apa itu Information Architecture (IA)
IA 101
IA for Designer
Fun way to learn IA
Learn IA by Teaching
Kenapa harus mengenal AI
- Peran IA dalam Design dan Development
Perbedaan IA, Sitemap, dan Navigation
- Menguji IA Client
User Research
Card Sorting
Competitor Research
Site Maps
- Menerapkan IA yang baik
Improving Website Organizations
Improving Navigations
Improving Processes

6. Evaluating Design

Mengukur sukses tidaknya desain kita dengan parameter yang jelas dan terukur.

- Qualitative and Quantitative Methods - Usability Testing - Goerilla Usability Testing - A/B Testing - Moderated vs Unmoderated Testing - Writing a Test Script - Test plan

๐Ÿ“„ Low Cost Usability Testing ๐Ÿ“„ What to prepare for Guerilla UT

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ A/B Testing Complete Guide

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Petunjuk Lengkap Memulai User Testing bagi Pemula

๐Ÿ“„ HEART Framework - parameter mengukur performa desain ๐Ÿ†š How to choose a user research method

๐Ÿงฉ UX Designer Roadmap

1. UX Design Foundation Pondasi awal dalam proses mendesain experience suatu product.

- Apa itu UX Design
What is UX Design and its application
What UX Designers do
Why UX Design matter?
UX vs UI
Understanding UX terms
- Memahami User
The importance of users
User Centered Design
The importance of putting user in the center of our design
Determining User Personas
Empathy for your users
Empathy Maps
- Menentukan goals dari produk yang dibuat
Understanding your users's goals
Determining companies goals
Combining your goals and user's goals
Measuring goals
- Memahami User Journey Understanding User Flows
Making User Flows

๐Ÿ“„ All you need to know about UX Foundation ๐Ÿ“„ User Centered Design

2. UX Design Pattern

Pola yang umum dihasilkan dalam mendesain experience.

- Apa itu Design Patterns - Interface Design Patterns - Behavioral Design Patterns

3. Design Thinking

Cara menyelesaikan masalah melalui pendekatan desain.
- Design Thinking Process
Empathise, Define,
Ideate, Prototype, Test
Step by step process
- Menjadi Design Thinker
Asal muasal Design Thinking
Istilah2 dan praktek
Mindset vs Methods
- Memahami User dengan Empathy Map - Design Sprint - Crazy eights

4. Design Principles

Rambu lalu lintas yang harus dipatuhi dalam mendesain UX.

- Universal Design Principles - 10 Usability Heuristics for User Interface Design - Don Normans Principles of Interaction Design - 20 Guiding Principles for Experience Design

5. Design Interactions

Merancang segala aktifitas 2 arah medium dan pengguna.

- Apa itu Interaction Design - 5 Dimensi Interaction Design
Words (1D)
Visual Representation (2D)
Physical objects/ space (3D)
Time (4D)
Behaviour (5D)

- Tipe Interactions
Touch Gesture
Human Interface Guideline: Gesture

- Micro-interactions - Cognitive Pyshology: Mental Models - Cognitive Pyshology: Affordances - Pyschological Principles - Sensation and Perception

๐Ÿ“„ All you need to know about Interaction Design (IxD) ๐Ÿ“„ Micro-interactions ๐Ÿ“„ Mental Model in Product Design ๐Ÿ“„ Tutorial Interaction Design ๐Ÿ‘ฉ๐Ÿปโ€๐Ÿ’ป The Designerโ€™s Guide to Learning Code

6. UX Design Deliverables

Hasil kerja UX Designer yang diminta dalam dunia kerja.

- Personas - User flows - Use cases and scenarios - Storyboards - Competitive-analysis report - Sketches - Wireframes - Prototypes - Testing: Quantitative survey, Usability report, Analytic report, A/B Testing - Heuristic Analysis - Accessibility Analysis - Metric Analysis
๐Ÿ“š Complete list apa yang dibuat UX Designers ๐Ÿ“ฎ Deliverables dan metode membuatnya โ˜‘๏ธ Survey: UX deliverables yang paling sering dihasilkan

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Friendly Introduction to Accessibility WCAG 2.1

๐ŸŽจ UI Designer Roadmap

1. Visual Design Foundation Pondasi awal dalam mendesain interface.

- Element of Designs
Typography, Shapes, Colors.
Line, Form, Space, and Texture.
Complete list
- Principle of Designs
CRAP.
Contrast, Repetition/ Rhtym, Alignment, and Proximity.
Design for Non Designers
๐Ÿ“„ UI Typography Guideline

2. Intro to Wireframing

Mengenal cara membuat kerangka desain.

- Apa itu wireframe - Manfaat wireframe - Tipe wireframe - Cara buat wireframe - User journey
โ–ฆ How To Succeed In Wireframe Design โถ How To Create Your First Wireframe ๐Ÿ” Wireframe by Top UX Designers

3. Practice Sketching

Berlatih membuat sketsa dalam membuat kerangka dan alur kerja.

- Empathy map - Crazy eights - Drawing quick ideas

โœ๏ธ 7 Reasons for Sketching in UX Design ๐ŸŽจ How doodling can make you better mobile app designer ๐Ÿง  Thoughtful doodle

4. Designing Layout

Elemen2 yang mendefinisikan layout yang baik dan benar.

- Typography - Hierarchy - Using Grid - Color and Contrast - Writing Good Copy

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ All you need to know about Typograhpy for Interface

๐Ÿ“„ Color in User Interface ๐Ÿ“„ Visual Hierarchy ๐Ÿ“„ 8 Point Grid, Hard vs Soft

5. Creating Mockup

Membuat Mockup sebagai salah satu hasil kerja UI Designer.

- Apa itu Mockup - Manfaat Mockup - Membuat Mockup - Mastering Design Tools

โ–ฆ Wireframe, Mockup, Prototype?
๐Ÿ“ฑ Practice making mockup using Figma

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Rumus Sukses Landing Page

6. Prototyping

Membuat prototype untuk alat user testing, validasi ide dan presentasi.

- Mendesain Interaksi
Cek Design Interactions di UX Designer Roadmap - Layer interactive - Micro-interactions

๐Ÿ“„ All you need to know about Prototyping ๐Ÿ“„ Micro-interactions ๐Ÿ“„ Mobile Prototyping

7. Presenting Ideas

Menjelaskan ide-mu kepada partner, tim dan pengguna.

Kenali audience-mu - Roles and backgrounds - Goals and challenges - Internal or external? - Formal or casual?

- Set expectations and goals - Jelaskan Problem dan Solusi - Utarakan Timeline

๐Ÿ—ฃ 4 ways to effectively present your design to the client ๐Ÿ‘ฉ๐Ÿปโ€๐ŸŽ“ Presenting Your UX Portfolio

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Tips Handover ke Developer

8. Handling Feedback

Bagaimana kita bersikap kepada feedback yang diterima.

Pahami pentingnya feedback - Tidak ada peningkatan skill tanpa feedback - Sintesis ide dari berbagai macam perspektif - Build trust with coworkers and clients

Kenali tipe feedback

๐Ÿ“„ Beberapa tipe feedback

Request feedback

Lihat penjelasan chapter 7, bagaimana mendapatkan mentor?

Evaluasi feedback

- Constructive or decustructive? - Relevant or irrelevant?

- Manage negative feedback - Active listening

โ™ป๏ธ Feedback Loop dalam Proses Desain ๐Ÿ—ฃ Memberikan Feedback Berkualitas ๐Ÿ—ฃ 7 Simple Rules for Giving Great Design Feedback ๐Ÿ—ฃ Effective Design Feedback

Cari tau lebih dalam setiap poin yang ada di dalam struktur ini dengan cara Googling dan buat catatan di setiap point nya. Jadikan struktur ini sebuah learning path yang bisa kamu kunjungi setiap saat dan menjadi pegangan di saat kamu hilang arah.

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)
๐Ÿ–ผ๏ธ gambar ilustrasi (link asli sudah expired, tidak tersimpan)

Working with developers Di banyak waktu menjadi desainer tidak hanya mengenai AKU. Tapi mengenai MEREKA. Mereka siapa? Temen2 desainer, partner kerja ( developer, researcher, writer, product manager, business analyst, sales) dan user. Sejauh pengalaman saya, bisa aja kita mendesain sesempurna mungkin, namun kalau desain kita tidak didukung oleh tim, ga bakalan jadi kenyataan juga.

Now, Good design to me means 3 things;
Solve problems, Easy to use,
and Supported by everyone.

Ke-3 hal ini merupakan racikan dasar membuat ~~Good~~ Great User Experience dimana average person bisa mudah memahaminya. Project/product seringkali gagal karena kurangnya satu diantara tiga hal tersebut. Kalau kamu bisa melakukan ke-3 nya, project mu akan sukses.

Mungin kisah nyata di bawah ini dapat memberikan gambaran lebih baik.

๐Ÿ’ฌ Cerita singkat - Menjadi UXers


Awal mula belajar UX itu sekitar tahun 2013, sumbernya masih minim, terutama yang dari Indonesia. Kesulitan utama saat itu adalah menemukan expert di bidang UX atau orang yang jauh lebih paham & berpengalaman (karena Dosen HCI Saya juga baru2 mengenal UX saat itu) untuk tempat bertanya & berdiskusi.

Saat berkarir si bidang UX, Saya pernah menjadi UI/UX Designer & juga UX Researcher.
Kesulitan saat menjadi UI/UX Designer di company tempat saya bekerja dulu adalah saya hanya berdua, dan company belum terlalu paham mengenai penerapan proses UX yang tepat & mengedepankan user dalam mendesain produk belum menjadi prioritas.

Ketika menjadi UX Researcher, lagi2 tantangan terbesar adalah minimnya jumlah anggota tim. Apalagi saat itu saya hanya sendirian sebagai researcher & harus menghandle semuanya sendiri. Meski dibantu tim product design, tetapi kadang mereka sudah punya kesibukan sendiri & tidak selalu bisa untuk berpartisipasi dalam setiap sesi penelitian. Pemahaman product manager dalam menerapkan proses UX yang benar pun masih harus diluruskan.
Sedangkan, saya sendiri saat itu pun sebenarnya belum memiliki pengalaman yang sangat banyak di lapangan untuk melakukan ux research.

Dari kedua poin tersebut, hal terberat justru bukan bagaimana menerapkan metode research yang tepat, namun bagaimana caranya bekerja sama & berkomunikasi dengan setiap internal stakeholders mengenai pentingnya ux, menciptakan ekosistem user-centric, & bagaimana menumbuhkan budaya yang baik dalam hal mendesain produk sesuai prinsip ux, serta memastikan bahwa mereka sepakat untuk mendukung & berpartisipasi dalam proses ux research/design.

Atana, 4 years experience.
ex UX Researcher @ Pegipegi.

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)
๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)

Product Thinking Ada kata product di depan designer, ini lah yang membedakan kita dengan designer lain pada umumnya. Setelah kamu menguasai desain proses dengan menjalani Roadmap yang kamu pilih, jangan berhenti sampai di sana, next pelajari Product Thinking.

NEW CONTENT
Kunci sukses bekerja bareng Product Manager ๐Ÿ“„ All you need to know about Product Thinking

Dalam mengembangkan product digital yang sukses, kita tidak hanya memikirkan aspek desain namun juga berhadapan dengan kebutuhan sisi bisnis dan teknologi. Dengan mempelajari product thinking kamu bisa mendesain sesuatu yang tepat guna; jelas berguna dan bernilai tinggi di masyarakat. Ini yang biasa disebut Product Market Fit.

Thinking in products gives designers the advantage of building the right features for the right people. It helps understanding the user experience of a product as a whole. It makes sure designers tackle real user problems and herewith reduce the risk of building something nobody wants.

Di dunia startup, pemahaman akan Product Thinking adalah suatu kewajiban. Pemahaman Ini juga yang jadi salah satu perbedaan besar antara desainer pemula dan senior. Semakin paham akan hal ini semakin mudah bagi mu untuk naik level dan menjadi senior product designer.

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)
๐Ÿ’Ž Practical tips

Mendesain iOS ๏ฃฟ Sedang mendesain ios? Ga perlu bingung nyari kesana kemari, cukup jadiin ini pedomanmu: ๐Ÿ“„ Tutorial beginner 1. The iOS Compact Guideline 2. Human Interface Guideline 3. The iOS Font Size Guidelines

Mendesain Android

Pedoman terbaik dalam mendesain Android, ya langsung kepada sumber official nya: 1. Material Design 2. Material Studies - contoh app yang menerapkan material design yang baik 3. The Android Font Size Guidelines

Mendesain Web

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat mendesain mobile app. - ๐Ÿ“ฑ Mobile design guide - Pastikan kamu tahu ini. - ๐Ÿ‘ Overview how to design an app - ๐Ÿ†š iOS vs Android UI Design

โœ… Action items

Bingung memulai belajar darimana?


03

Master Tools, Any Tools

Ada omongan yang berseliweran kalo untuk jadi desainer itu harus mulai dari belajar design tool. Itu anggapan yang salah. Lima tahun yang lalu kita ga tau apa itu Figma, namun saat ini Figma jadi tool utama kolaborasi UI, UX design. Mungkin 3 tahun ke depan, kondisinya tidak lagi sama atau bahkan requirement UX design tool untuk masuk ke perusahaan berbeda jauh dari saat ini.

Setiap tahun tools berubah, tapi pemahaman Design Basics ga pernah berubah.

Pelajari semua tool yang terkait produt design, biasakan diri untuk beradaptasi, tidak gagap menerima perubahan, dan siap menghadapi teknologi baru.

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)
โœ… Action items

Bingung mulai tool yang mana dulu? Awali dengan Figma.

๐Ÿ“„ Tutorial desain interface untuk beginner - Bahasa Indonesia


04

Ikuti Practical Course. Earn Hard skill, Grow Soft skill

Idealnya kita bisa mengikuti course yang mendalam dan komprehensif dalam skema pendidikan formal seperti perguruan tinggi. Namun sayangnya jurusan yang mempelajari mengenai UI UX Design dan Research masih sangat lah jarang bahkan tidak ada di Indonesia.

Lalu alternatif nya apa? Coba baca di bawah. Artikel ini pun pas bagi kamu yang sedang kuliah namun ngerasa salah jurusan ๐Ÿคฆ๐Ÿปโ€โ™€๏ธ

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Belajar UI dan UX di kampus

Selain belajar di kampus, cara yang paling mudah untuk membangun hard skill yaitu latihan. In fact, emang ga ada cara lain selain biasakan diri berlatih sedini, seefektif dan sekonsisten mungkin. Jangan salahkan recruiter ga nerima kamu kerja kalau memang jam terbang latihan mu masih sedikit.

If communication (soft skill) is your tool to get a raise, hard skill is your tool to build credibility and earn trust.

Secara general, latih 3 hal:

๐Ÿ“– Membaca

Latih cara kita membaca. Kita memang sudah membaca dari sejak SD sampai sekarang. 18, 20, 25 tahun? Seberapa banyak informasi yang bisa kamu ingat dan aplikasikan? Mungkin cara kita membaca belum seefektif itu. Baca disini tidak hanya membaca buku, tapi juga membaca orang. Membaca keinginan orang dibalik apa yang dikatakan nya merupakan tugas inti seorang product designer.

๐Ÿ‘ฉ๐Ÿปโ€๐Ÿ’ป Berkarya

Latih diri kita untuk membuat karya. Kuasai cara membuat design yang baik dan tepat guna. Prioritaskan kelas2 hands-on yang memperkaya sisi keapikan, ketelitian dan kerajinan kalian.

๐Ÿ‘„ Bicara

Mungkin banyak desainer yang belum tau, kalau kerja sebagai product designer itu berarti 2 keping koin. 1 sisi melakukan pekerajaan desain, 1 sisi lain mengkomunikasikan kerjaan desain kita. Di banyak kasus, kita malah lebih sering melakukan keping yang ke-2.

Latih cara kita berkomunikasi menyampaikan ide, aspirasi, ke teman dan kolega. Latih cara mengajak yang persuasif, edukatif dan tidak memaksa. Sesuaikan latihan dengan tipe personality kalian.

Secara teknis, latih 3 hal: - Design craft. - Product thinking. - Problem solving.

Untuk memulai, cari course yang sifatnya practical sehingga bisa segera diaplikasikan ke kerjaan kamu. Khusus bagian berkarya, beberapa course practical ini bermanfaat saat saya memulai karir.

UX Courses Gratis dari Top University Dunia

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)

UX Courses Berbayar Berkualitas

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)

05

Portofolio Sebagai Senjata Perang

Satu hal yang saya pelajari dari berkarir di bidang product design, gelar tidak sepenuhnya berguna. Ini berlaku pula kepada segala dokumen formal turunannya (sertifikat keikutsertaan course atau profesional license) tidak berarti signifikan.

Ini berkah dan juga cobaan bagi saya. Berkah karena saya bukan berlatar belakang desain, namun juga cobaan karena gelas master teknik saya serasa tidak dilirik atau bahkan diabaikan.

Jalan utama untuk menampilkan potensi terbaik yaitu melalui portofolio. Portofolio harus dirancang sebaik mungkin hingga tidak lagi kita gunakan untuk mencari pekerjaan tapi malah mendatangkan pekerjaan.

Menyusun portofolio Lalu bagaimana menyusun portofolio yang mendatangkan pekerjaan? Selama 6 bulan saya mencari kandidat product designer, lebih dari ๐Ÿ‘จ๐Ÿปโ€๐Ÿ’ป 40 orang di-interview, ๐Ÿ—ฃ \>100 interviews sessions, 1 terpilih.

Ini yang saya ingin lihat dari portofolio mereka:

- Bukti kerjaan. - Proses desain. - Kualitas hasil kerja.
Strong in fundamental, interaction and visual design.
Great attention to detail. - Penyajian cerita dengan konteks, tantangan, dan peran mereka. - Bagaimana mereka memecahkan masalah.
Mendefinisikan dengan jelas masalah dari sudut pandangnya.
Pendekatan apa yang mereka pilih dan mengapa. - Kemampuan untuk evaluasi diri dan belajar dari pengalaman.

Yang saya tidak ingin lihat dari portofolio mereka:

- Kerjaan orang lain yang di-copy tanpa credit. - Perspective mockup yang tidak tepat guna. - Trash talking. - 85% proficient in Figma.


Struktur portofolio terbaik yang saya lihat selalu menampilkan nya dalam bentuk cerita. Kamu bisa menggunakan struktur seperti ini:
๐Ÿ““ Study case structure

Racikan story telling 1. Describe the problem you want to solve. 2. Describe your role in the project, who else in the project, which part is your responsibity. 3. Explain the thing that makes the problem interesting or challenging. 1. What was the options. 2. What were the constraints you were forced to balance. 4. Show other variants, why they didn't work well. 5. Explain why you went with final solution you chose. 6. Share the measureable outcomes. Share succes/failure metrics. 7. Explain the limitations of your final solution, what you'd do if you have infinite time or resources.

Tips Membuat Portfolio & Tanya Jawab ๐Ÿ“„ Tinggalkan Fake Case Study, coba 5 ide alternatif ini ๐Ÿ“„ Tanya Jawab Portfolio

๐Ÿ’Ž Practical tips

Kalau mau apply untuk posisi UI Designer, perbanyak contoh visual. Kalau mau apply untuk posisi UX Designer, perbanyak contoh proses. Kalau mau apply untuk posisi IX Designer, perbanyak contoh prototype. Kalau mau apply untuk posisi UX researcher, perbanyak contoh metode dan report.

Bagaimana kalau belum pernah kerja? Tidak pernah kerja sebagai product designer bukan berarti tidak pernah mengerjakan project. Masukan project apapun yang kamu pernah lakukan dalam portofolio desain, dengan catatan, approach hal tersebut dengan perspective user centered design.

Jadi apakah boleh membuat Fake case study dalam portofolio? Why not. Walau ada 5 Ide alternatif yang lebih berbobot dari Fake case study, bukan berarti praktik ini dilarang. Yang recruiter lihat adalah proses desain, proses berpikir dan kualitas hasil kerja. Kalau hal tersebut bisa dipenuhi dengan menggunakan fake case study, please do it.

Lihat contoh fake case study di ๐Ÿ“„ (halaman referensi Notion).

Untuk mempermudah kamu membuatnya, saya beri inspirasi. Namun hati2 dalam melihat inspirasi, tidak semua inspirasi portoflio itu bagus (dari sisi konten dan penyajian), dan tidak semua inspirasi portofolio itu cocok dengan tipe dan level pekerjaan mu saat ini.

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)

Treat portofolio bukan sebagai one-time-product, tapi live and breathing product yang selalu kita update dan perbaharui sepanjang waktu. Sedikit demi sedikit biasakan, setelah satu project beres, buat dokumentasi nya dan masukan ke dalam portofolio mu. Dengan ini kamu tidak hanya mendapatkan portofolio baru di akhir setiap tahun, tapi kamu pun memiliki kebiasaan dokumentasi yang sangat invaluable.

You have no idea how portfolio gonna takes you. It works wonder for me. It gives me \>8x from my initial wages as a junior designer, even as an engineer.

Interview dan Design Test Setelah portfolio selesai dan kamu melamar pekerjaan, umumnya akan ada Design Test/Assignment yang harus kamu kerjakan. Dari test yang pernah aku lakukan, aku susun 8 Strategi yang bisa kamu pakai.

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Tips cara ngerjain Take Home Assignment saat interview UI & UX Design.

Dan ingat, interview itu proses 2 arah dimana tidak hanya company yang ingin mengenal mu (potensi dan capability), tapi kamu pun ingin mengenal mereka (opportunity and growth). Aku buatkan list pertanyaan2 yang biasa aku tanya saat sesi Interview. Kamu bisa pakai pertanyaan2 ini untuk mengenal mereka lebih dalam.

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ Pertanyaan yang kamu tanya saat lagi di-interview

Kamu udah nyari kerja berbulan2 tapi ampe sekarang ga dapet2? Selalu dighosting ama recruiter ampe ghosting jadi nama tengahmu. Lalu kamu mulai meragukan skill mu, niat mu, dan berpikir apa kamu beneran cocok kerja di bidang ini... ๐Ÿ˜ขย Bisa jadi strategi mencari kerja mu salah. Aku coba breakdown dalam 5 Action points di bawah ini:

NEW CONTENT ๐Ÿ“„ 5 hal yg harus kamu siapin agar dapet kerja di tahun 2022

๐ŸŒž

When you're looking for a job, you will be judge in every possible way. Prepare not only your study case content but also your site's usability and readability.
It's a designer role. They will judge you by it's cover.


06

Terinspirasi dan Menginspirasi

Bukan hanya sekedar melihat desain yang cakep2 dan controversial. Namun amati, pahami, dan internalisasi apa yang membuat itu cakep, apa yang membuat kamu terinpirasi. Jangan hanya jadi observer, namun jadilah skilled observer.

Pegang pedoman ini setiap kali melihat UI, UX, or any design inspirations. ๐Ÿ“„ How to develop an eye for Design

Lanjutkan estafet inspirasi kepada yang lain, buat sesuatu yang baru atau sedikit lebih baik dari yang ada dan mulailah menginpirasi desainer lain. Ini cara terbaik membangun reputasimu. Dan ingat, reputasi tidak bisa dibangun dalam 1 malam.

Pesan penting sebelum liat situs inspirasi:
Ngeliat 1001 inspirasi ga bakalan ngebuat skill desain kamu bertambah, kecuali kamu tau kemana mata kamu harus memandang dan mulai menganalisis, menanyakan hal2 yang sulit.

๐Ÿ—„๏ธ (database/daftar referensi Notion โ€” lihat sumber asli)
๐ŸŒž

I believe that my best source of inspiration is seeing a live product directly.


07

Gabung Komunitas dan Kontribusi

Salah satu hal baik yang masih ada di dunia ini adalah, komunitas UX Indonesia yang baik hati dan supportif. Jangan jadi passive member, coba untuk kontribusi dan support designer lain (junior maupun senior) atau support komunitas yang ada dengan atensi, waktu, dan tenaga mu.

Bring your unique style to the community, donโ€™t just follow others style.

International - Playbook - Designer News - Product Hunt

Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ - HaloDesigners - DribbleIndo - DesignJam - UXiD - DDD

Perlukah saya mencari mentor? Perlu. Menurut saya, mencari mentor hukumnya wajib, sedangkan mengikuti course sunnah. Mentor disini bertugas untuk mengarahkan alur pembelajaran dan sarana bertukar pendapat yang lebih intense. Sering kali kita mempelajari hal baru dan masuk terlalu dalam hingga hilang lah fokus dan tenaga untuk mempelajari hal lain yang mungkin lebih fundamental dan penting.

๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ Profil mentor yang ingin kamu datangi:

- Orang yang sudah lama kamu suka dan respect. - Strong di salah satu topik yang kamu sedang pelajari. - Punya pengalaman yang lebih beragam, tidak terfokus dalam satu bidang atau satu industri. - Open to any opinion, tidak suka memaksakan pendapat. - Bisa berkata jujur dan blakblakan mengenai feedback. - Willing to be patient dan mengayomi.

Jangan sembarangan mencari mentor dan hargai waktu mu dan waktu nya. Tips lainnya dari Gojek HRD disini.

Bagaimana mendapatkan mentor? Walaupun wajib, mencari mentor memang tidaklah mudah. Satu cara yang paling mudah yaitu melemparkan pertanyaan ke dalam group dan berharap ada yang menjawab atau mengarahkan ke arah jalur yang tepat. Namun banyak yang saya lihat tidak berhasil.

๐Ÿ—ฃ Ini 5 langkah yang lebih efektif dalam meminta feedback:

1. Sebelum melemparkan pertanyaan atau permintaan, tunjukan apa yang telah kamu pelajari di topik tersebut (be creative, pakai berbagai media audio visual). 2. Siapkan pertanyaan kritis mengenai topik yang sedang dipelajari. Gunakan pola berikut: 1. Intro dan context 2. Goals 3. Constraints (time, technical, financial) 4. Penjelasan apa yang telah dilakukan dan kenapa kamu lakukan seperti itu. "Goal nya adalah lalala, makanya saya ngelakuin lalala

Contoh: Halo,
Saya lagi mendesain Checkout Page, tujuannya ingin pembeli bisa mereview barang yang dibeli tanpa harus kembali ke page sebelumnya. Makanya saya buat simple page yang hanya menampilkan 1 Button action saja, saya juga buat beberapa desain alternatif lainnya dengan referensi product serupa. Bos saya bilang desainnya ngawur, tapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dengan jelas.

Apa temen2 disini merasakah hal yang sama?
Kira2 ada yang bisa mengarahkan saya?

3. Siapkan profil dirimu. 4. Lemparkan pertanyaan. 5. Be persistent, kalau belum ada response, lempar pertanyaan yang serupa di lain waktu dan jangan lupa belajar dari iterasi sebelumnya.

Kamu bisa lempar pertanyaan di group terbuka, atau secara personal. Dengan mempersiapkan 5 hal tersebut, orang jadi aware kalau kamu sedang belajar hal topik tertentu dan mereka lebih menghargai mu karena kamu tidak datang kosongan. Ini saja sudah menaikan chance response 60%!

Memulai percakapan dengan meminta feedback bisa menjadi awal yang baik dalam pencarian mentor. Ini langkah yang cukup lean untuk saling mengenal karakter dan kecocokan baik bagi mentor maupun mentee.

Ideal nya sih mentor bisa untuk diajak diskusi apapun masalah desain dan juga proses belajar. Tapi sayangnya ga semua mentor bisa ditanya2 kan ya, apalagi mereka sibuk dengan kerjaannya masing2 (it's a good sign mereka sibuk, berarti emang kerja profesional kan). Jadi emang perlu teknik khusus untuk pendekatan ke setiap mentor nya.

Saran saya, lakukan pedekate halus ini.

๐Ÿ‘จ๐Ÿปโ€๐Ÿซ Approach halus mencari mentor

1. Follow dulu orangnya. 2. Ga langsung reach out minta review kerjaan kita, tapi selamin obrolan2nya yg terkait UI dan UX di medsos pilihan mereka (jika ada). 3. Nah dari situ ikut nimbrung deh, seaktif2nya, tanya pandangan dan diskusi tentang tema yang lagi dibahas. 4. Sedikit2 makin saling mengenal, prosesnya juga ga satu arah jadi doi juga kenal dirimu. Baru deh kalo uda gitu baru bisa minta untuk review kerjaan mu. 5. Emang panjang si prosesnya, tapi insyallah lebih pas.

๐Ÿ” Tempat mencari mentor

Bonus content buat mu yaitu tempat dimana kamu bisa melancarkan aksi "pedekate" terhadap mentor atau partner belajar bersama. List ini exclusive dibuat hanya untuk pembaca PetunjukUX.
- Telegram group - Dribbble Indonesia
Mentorship dari berbagai praktisi UX dalam negeri yang bekerja di perusahaan teknologi. - Designjam.id
Mereka punya program mentorship 1 on 1 yang bisa kamu ikuti gratis. - Figma Discussion - Forum UIX Indonesia

- Slack group - UXiD
Komunitas UXiD. Peluang mendapatkan mentorship dari designer dan researcher dalam negeri. - CreateRemote
Top designer around the world. Banyak peluang mentorship dan kerja remote. - MixedMethods
Top researcher around the world. Banyak peluang mentorship dari mentor yang bekerja di perusahaan besar. - Friends of Figma
Selain bisa mendapatkan peluang mentorship dari professional seluruh dunia, banyak update tentang plugin dan jobs terkini.

- Discord group - Framer Community
Global Design Community, khusus yang mencari partner dan mentorship tentang prototyping tool.

NEW CONTENT - Indonesians UX Mentor Network
Selain ke-3 group tersebut, kamu pun bisa menghubungi mentor2 di bawah ini. Mereka merupakan profesional2 yang berbaik hati meluangkan waktunya untuk memudahkan proses belajar mu dengan cara, waktu, dan gaya mereka masing2.

๐Ÿ“„ Indonesians' UX Mentors

๐ŸŒž

Jangan putus asa bila tidak direspon, malah jadikan no-response sebagai ekspektasi default mu, dengan begitu hati lebih tenang dan motivasi tetap terjaga.


08

Bonus: Follow recent news & fellow designers

Membaca perkembangan terkini mengenai design industy membuat pengetahuan kita tetap aktual dan relevan di dunia pekerjaan. Namun jangan kebablasan.

Ibarat makanan, News itu cemilan Books itu makanan utama. Cemilan emang enak, rasanya beragam bisa dimakan kapan aja dan nagih, namun ga bernutrisi.

Selalu siaga menginjak rem. Overheard is not a good thing. Maka dari itu saya tidak kasih semua media yang ada, tapi hanya sumber yang sudah terbukti berkualitas tinggi.

๐Ÿ“ฐ Sumber recent News

- Figma - Framer - Sketch

Sumber berita terbaik yaitu langsung datang dari setiap designer dan influencer yang terpercaya. Beberapa nama yang saya belajar banyak darinya:


Penutup

Buku ini memang tidak dirancang untuk merangkum semua topik bahasan, namun hanya fokus pada topik2 yang penting diketahui untuk memulai belajar UX. Seiring perjalanan waktu, resources di buku ini akan selalu di update hingga 2025 sehingga tetap relevan.

Selain berfungsi untuk mengantar kamu berwawasan UX dari NOL, buku ini juga bisa menjadi pengingat bagi temen2 yang sudah atau sedang menjalani profesi UX nya.

Semoga buku ini bermanfaat bagimu dan menjadi penyemangat di kala waktu2 berat. Akhir kata, saya doakan semoga proses belajar mu dimudahkan dan mendapatkan hasil yang didambakan. ๐Ÿ™๐Ÿฝ
Let's keep connected.
Saya sering berbagi ilmu baru dan diskusi terkait desain dan bisnis di ๐Ÿฆ‰ Twitter, sharing life stories and bad jokes on Instagram atau playing cool kid on LinkedIn.

Stay curious, stay safe.
Wasil.


๐Ÿ’Œ

This book should take about an hour to read, but it took me 3 months to write. I'd really appreciate if you could let your friends know about it on Twitter and IG story!